Your browser does not support JavaScript!

Kabar Jurnalis

Merdeka Dan Merakyat
no-img
Posted at Februari 13, 2020 | 475 | 0

Peziarah Keramat Luar Batang Mencapai Ribuan Orang, Indikatornya Kemunculan Anak Nadong

Jakarta, kabarjurnalis.com- Keramat Luar Batang letaknya berada di Kampung Luar Batang V No. 1 Penjaringan, Jakarta Utara.

 

Tidaklah asing bagi para peziarah yang kerap melakukan ziarah ke makam-makam religius.

 

Keramat Luar Batang dikenal karena adanya makam ulama besar Al-Habib Husein Bin Abubakar Alaydrus dari Jazirah Arab, Hadhramaut, Yaman Selatan.

 

“Beliau datang ke Batavia sekitar abad ke-17-18,” kata Sekretaris Masjid Luar Batang Daeng Manyur Amin di lokasi, Kamis (13/2/2020).

 

Semasa hidupnya Al-Habib Husein Bin Abubakar Alaydrus banyak di habiskan untuk berdakwah, kata Daeng Mansyur serta menolong rakyat tertindas dan melakukan siar agama Islam di manapun pada saat zaman pemerintahan kolonial Belanda di Batavia (Sekarang Jakarta) hingga sampai akhir hayatnya.

 

Papar Daeng Mansyur, Al-Habib Husein Bin Abubakar Alaydrus dimakamkan dirumahnya sendiri.

 

Karena pada saat beliau meninggal, ketika dibawa ketempat pemakaman ternyata tubuh Alhabib yang berada di dalam keranda ketika sampai di pemakaman tubuhnya menghilang dan kembali berada dirumahnya.

 

Hal tersebut membuat geger murid dan pengikutnya serta warga masyarakat sekitarnya, karena kejadian aneh tersebut terjadi berulang kali.

 

Hingga akhirnya tubuh Al-Habib Husein Bin Abubakar Alaydrus dimakamkan dirumahnya sendiri bersebelahan dengan musholla tempat Alhabib melakukan sholat, berdakwah dan  siar agama Islam kepada muridnya.

 

“Dan sejak itu kampung ini dinamakan Kampung Luar Batang, karena kejadian tubuh Alhabib berada di Luar Batang (Keranda) saat meninggalnya,” kata Sekretaris Masjid Luar Batang itu.

 

Ia mengatakan, Setiap hari para peziarah Keramat Luar Batang yang melakukan ziarah selalu ramai.

 

Para peziarah dari berbagai daerah ini bisa mencapai 2.000-3.000 orang. Mereka datang  menggunakan bus hingga 20-30 bus.

 

Para peziarah mulai berdatangan diatas pukul 20.00 Wib malam hari.

 

“Indikator peziarah ramai, terlihat dari anak-anak nadong atau anak-anak kecil yang minta saweran dari peziarah,” ungkap Daeng Mansyur.

 

Apabila anak nadong ini terlihat banyak maka dipastikan para peziarah yang datang banyak, kata Daeng dan itu diatas jam 02.00 hingga pagi hari.

 

SHARE ARTIKEL
KOMENTAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - kabarjurnalis.Com | All right reserved.
Template by Gaswad