Your browser does not support JavaScript!

Kabar Jurnalis

Merdeka Dan Merakyat
no-img
Posted at Juli 12, 2020 | 144 | 0

Fosil Pers Wujudkan Jurnalis Bela Negara di Indonesia

Cirebon, Kabarjurnalis.com- Forum Silaturahmi Pers atau Fosil Pers dikatakan Ketua Umumnya Rico Aprillia di Cirebon, Sabtu (1/7/2020) organisasinya ingin fokus mewujudkan Jurnalis Bela Negara di Tanah Air Indonesia dengan mengacu UU Pengelolaan Sumber Daya Nasional Tentang Bela Negara Tahun 2019. Ditegaskan oleh Rico, ini merupakan panggilan ibu pertiwi untuk menjaga keutuhan Bangsa dan Negara.

 

Selain diwajibkan mengikuti Pendidikan Bela Negara yang diselenggarakan institusi resmi TNI seperti di Kemenhan RI anggota Fosil Pers wajib mengikuti Pelatihan Jurnalistik dari tingkat dasar hingga tingkat mahir baik dari internal maupun eksternal.

 

“Hal ini sangat penting bagi para Jurnalis Bela Negara agar mereka memiliki jiwa-jiwa Nasionalisme dan Patriotisme yang cinta kepada tanah air seperti cintanya para pejuang atau pahlawan dalam merebut tanah air Indonesia dari para penjajah,” ungkap Rico menegaskan.

 

Bahkan hal tersebut juga ada di dalam Pasal 30 UUD 1945 kata Rico, dimana Bela Negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara Republik Indonesia, Bela Negara adalah upaya setiap warga negara untuk mempertahankan Republik Indonesia terhadap ancaman baik dari luar maupun dari dalam negeri.

 

Rico juga mengatakan, Bela Negara biasanya selalu dikaitkan dengan militer atau militerisme, yang seolah-olah bahwa kewajiban dan tanggung jawab untuk Bela Negara hanya terletak pada pundak Tentara Nasional Indonesia (TNI) padahal secara non-fisik konsep ini diartikan sebagai upaya untuk ikut serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara, baik melalui pendidikan, moral, sosial maupun peningkatan kesejahteraan rakyat.

 

Rico juga memaparkan dasar berdirinya  Fosil Pers -Jurnalis Bela Negara yaitu, diadakannya rapat musyawarah para jurnalis Jakarta di Rumah Susun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara pada hari Sabtu, 10 Februari tahun 2018 yang lalu, dimana intinya dalam rapat tersebut dibahas tentang pentingnya pembentukan wadah organisasi profesi Jurnalis Bela Negara Kesatuan Republik Indonesia atau Jurnalis Penjaga Perdamaian Dunia.

 

Tujuannya adalah,
1.  Meningkatkan kemampuan kegiatan jurnalistik secara efektif dan efisien melalui kegiatan kader bangsa yang cinta kepada tanah air Indonesia.
2.  Melaksanakan kegiatan jurnalistik yang netral dan terprogram secara profesional  berdasarkan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
3. Meningkatan keahlian dan profesionalisme di bidang Jurnalistik demi terwujudnya penguatan ekonomi anggota.
4. Menguatkan kelembagaan dalam rangka turut menjaga ketertiban perdamaian dunia serta perlindungan hukum bagi segenap pengurus dan anggota.
5. Melaksanakan kerjasama lintas sektoral, lintas program dengan instansi  pemerintah maupun swasta dalam rangka peran serta mendukung dan mensukseskan program pemerintah di bidang pengentasan kemiskinan.

 

‘”Dan untuk menjadi anggota Jurnalis Bela Negara tentunya mereka terlebih dahulu harus terdaftar menjadi anggota Fosil Pers,” ujar Rico.

 

Selain mencinta dunia jurnalistik dan bekerja di perusahaan media kata dia, mereka juga wajib mengikuti pelatihan  Baris-berbaris (PBB) atau devile setiap minggunya di kantor wilayah mereka masing-masing.

 

“Anggota Fosil Pers juga wajib melakukan liputan sinergitas antara masyarakat dengan pemerintah pusat maupun daerah dalam pengabdiannya melalui karya-karya tulisnya yang netral, profesional dan handal,” pungkas Rico menegaskan.
(Tim)

 

SHARE ARTIKEL
KOMENTAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2020 - kabarjurnalis.Com | All right reserved.
Template by Gaswad